Kamis, 23 Januari 2014

Aku si Super Care

Seringkali, bantuan kita buat pacar atau teman, malah ditangkap salah. Makanya, kita perlu tahu apa saja rambu-rambunya. Biar nggak bahaya.

Nurturance
Pasti nggak asing lagi mendengar stereotipe seperti: cewek lebih care vs cowok lebih cuek, cewek lebih perhatian vs cowok masa bodo, cewek lebih sensitif vs cowok mati rasa. Rasanya jadi cewek itu membanggakan ya, karena kita dibanjiri berbagai sifat yang baik-baik. Ternyata, kemampuan untuk berbagi kasih dengan orang di sekitar kita ini membuat kita mempunyai sifat nurturance yang besar. Nah, nurturance adalah penggabungan sifat menyayangi yang hadir dalam berbagai bentuk; mulai dari kepedulian, perhatian, sensitivitas, simpati, dll. Kemampuan kita untuk berempati adalah basis yang utama. Semakin besar rasa empati kita, maka akan makin banyak bentuk kasih sayang yang kita beri.

Psikolog Roslina Verauli, M.PSi., dari Rumah Sakit Pondok Indah menjelaskan, “Cewek menyukai hubungan yang sifatnya sharing emotional feelings. Misalnya, kalau dengar teman curhat, selain mendengarkan dia juga akan bantu. Kalau merasa sesuatu nggak berjalan baik, cewek akan lebih tergerak instingnya untuk memperbaiki situasi. Ini yang namanya nurturance: menyayangi, menolong, compassion, semua menjadi satu.”

Perhatikan Batasannya
Walau keinginan hati memberi perhatian dan kasih sayang, tapi kalau caranya nggak tepat, bisa-bisa maksud baik kita malah jadi bumerang. Suatu penelitian yang dilakukan Christina T. Fong dan Larissa Z. Tiedens di Amerika menyimpulkan, kadang cewek seumuran kita ternyata suka berkonflik sendiri dalam mepraktekkan nurturance. Antara ingin membangun hubungan baik dan mengasihi orang lain, dengan keinginan untuk diakui serta ketidakjelasan prioritas. Supaya nyaman, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
  • Berikan waktu yang cukup untuk menolong atau mengurus orang lain. Jangan sampai karena terlalu asyik mengurusi orang lain, diri kita jadi nggak terurus dengan baik. Bagaimanapun, proritaskan dulu kepentingan pribadi. Kalau dua kepentingan ini sama-sama tercapai, itu namanya bonus.
  • Sadari segala tindakan kita. Walaupun maksudnya baik, kalau kita membantu atau mengintervensi terlalu jauh, orang malah akan kesal. Akhirnya segala sesuatu yang kita lakukan jadi sia-sia, karena niat membantu ujungnya malah jadi mengganggu.
  • Nothing-to-lose attitude. “Lakukan segala sesuatu yang kita tahu baik dan positif, tapi jangan pernah mengharapkan balasan serupa. Pokoknya, lakukan ini sebagai ketulusan, never expect any return,” jelas psikolog Roslina Verauli.
  • Cowok juga manusia. Sisi peduli dan penyayangnya cewek memang merupakan salah satu alasan yang bikin cowok jatuh cinta. Tapi, kalau gaya ngatur kita menggeser posisi mamanya, cowok malah jadi il-feel sama kita. Makanya, jangan lebay! (

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamis, 23 Januari 2014

Aku si Super Care

Seringkali, bantuan kita buat pacar atau teman, malah ditangkap salah. Makanya, kita perlu tahu apa saja rambu-rambunya. Biar nggak bahaya.

Nurturance
Pasti nggak asing lagi mendengar stereotipe seperti: cewek lebih care vs cowok lebih cuek, cewek lebih perhatian vs cowok masa bodo, cewek lebih sensitif vs cowok mati rasa. Rasanya jadi cewek itu membanggakan ya, karena kita dibanjiri berbagai sifat yang baik-baik. Ternyata, kemampuan untuk berbagi kasih dengan orang di sekitar kita ini membuat kita mempunyai sifat nurturance yang besar. Nah, nurturance adalah penggabungan sifat menyayangi yang hadir dalam berbagai bentuk; mulai dari kepedulian, perhatian, sensitivitas, simpati, dll. Kemampuan kita untuk berempati adalah basis yang utama. Semakin besar rasa empati kita, maka akan makin banyak bentuk kasih sayang yang kita beri.

Psikolog Roslina Verauli, M.PSi., dari Rumah Sakit Pondok Indah menjelaskan, “Cewek menyukai hubungan yang sifatnya sharing emotional feelings. Misalnya, kalau dengar teman curhat, selain mendengarkan dia juga akan bantu. Kalau merasa sesuatu nggak berjalan baik, cewek akan lebih tergerak instingnya untuk memperbaiki situasi. Ini yang namanya nurturance: menyayangi, menolong, compassion, semua menjadi satu.”

Perhatikan Batasannya
Walau keinginan hati memberi perhatian dan kasih sayang, tapi kalau caranya nggak tepat, bisa-bisa maksud baik kita malah jadi bumerang. Suatu penelitian yang dilakukan Christina T. Fong dan Larissa Z. Tiedens di Amerika menyimpulkan, kadang cewek seumuran kita ternyata suka berkonflik sendiri dalam mepraktekkan nurturance. Antara ingin membangun hubungan baik dan mengasihi orang lain, dengan keinginan untuk diakui serta ketidakjelasan prioritas. Supaya nyaman, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
  • Berikan waktu yang cukup untuk menolong atau mengurus orang lain. Jangan sampai karena terlalu asyik mengurusi orang lain, diri kita jadi nggak terurus dengan baik. Bagaimanapun, proritaskan dulu kepentingan pribadi. Kalau dua kepentingan ini sama-sama tercapai, itu namanya bonus.
  • Sadari segala tindakan kita. Walaupun maksudnya baik, kalau kita membantu atau mengintervensi terlalu jauh, orang malah akan kesal. Akhirnya segala sesuatu yang kita lakukan jadi sia-sia, karena niat membantu ujungnya malah jadi mengganggu.
  • Nothing-to-lose attitude. “Lakukan segala sesuatu yang kita tahu baik dan positif, tapi jangan pernah mengharapkan balasan serupa. Pokoknya, lakukan ini sebagai ketulusan, never expect any return,” jelas psikolog Roslina Verauli.
  • Cowok juga manusia. Sisi peduli dan penyayangnya cewek memang merupakan salah satu alasan yang bikin cowok jatuh cinta. Tapi, kalau gaya ngatur kita menggeser posisi mamanya, cowok malah jadi il-feel sama kita. Makanya, jangan lebay! (

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar